Rabu, 04 Mei 2016

Cerpen : ENGKAU BAGAIKAN MUTIARA


“Nita, nit.. bangun.. mujahadah yuk..”, teriak ririn.

Nita terbelalak kaget, “jam berapa ini rin??”

“Jam 03.00 nit.. tahajjud yuk..”, balas ririn.

 Nita bergegas bangun lalu ia membaca Alhamdulillah, dalam hatinya ia berkata “Alhamdulillah Ya Allah Engkau masih memberikanku kesempatan untuk melihat hari esok yang indah.” Nita kemudian bergegas antri ke kamar mandi dan mengambil air wudhu.
Seperti biasa ia bersiap-siap ke masjid untuk solat tahajjud dan mujahadah. Sesampai di masjid sudah banyak santri berkumpul yang siap bermujahadah. Nita merupakan santriwati dari PP. AL Luqmaniyyah. Ia segera solat tahajjud dan siap-siap mujahadah. Mujahadah telah dimulai, ia duduk dalam keadaan sila, dalam waktu mujahadah tersebut tiba-tiba ia tertidur, dalam tidurnya ia bermimpi  mendapatkan mutiara yang sangat cantik. Untuk mendapatkan mutiara tersebut ia bersusah payah mengarungi samudera yang sangat luas. Dalam mimpinya ia bisa berenang bersama ikan-ikan yang sangat mempesona.

Tiba-tiba,

 “mbak, bangun mbak mujahadahnya selesai.”

 Nita kaget, “oh, iya, iya mbak, eh iya, he’ehm”

Dengan gugup ia menjawabnya dengan salah tingkah.

Duh.. malunya Nita ketika dibangunkan mbak-mbak pengurus. Lalu, Nita teringat dengan mimpinya tadi, “oh iya, tadi aku mimpi mendapat mutiara??? Apa artinya ya?? Apakah aku akan mendapat mutiara beneran?? WOW!!!”, dalam hatinya ia sangat gembira. “Apa sebaliknya ya?? Duh.. apaini artinya?? Kabar buruk ataukah kabar gembira? Ah,tak taulah, semoga ini kabar baik”, ucapnya. Ia tak menghiraukan mimpinya itu. Ia menjalani kegiatan selanjutnya.

Jam menunjukkan pukul 07.00.

“Ha?@!?? !!!/  Pukul 7??? Gawat!!!”

 Dengan cepat ia mengambil sepeda motor dan segera berangkat ke kampus. Dalam perjalanan ia berdoa semoga dosennya telat. Itulah kebiasaan buruknya, ia terlalu santai dalam keadaan apapun. Ketika waktunya telah mepet,barulah ia sadar akan pentingnya hal tersebut. Ia telah diingatkan banyak teman, orang tua, maupun keluarganya. Tapi yang namanya watak sulit untuk diubahnya. Terkadang ia juga kesal terhadap dirinya sendiri, tapi ia tidak tahu harus berbuat apa.

Ia mengendarai motornya dengan cepat. Sepuluh menit kemudian ia sampai di kampus, ia segera memarkirkan motornya, kemudian ia segera berlari ke kelas. Namun, harapannya pupus,dosen telah masuk ke kelas. Ia bimbang untuk masuk ke kelas. Haruskah ia masuk yang pastinya dihukum ataukah kembali pulang??

“Duh, gimana ini??”, ucap nita.

 Tiba-tiba bayangan Nita terlintas, “aku disini mau apa? Aku udah jauh-jauh dari orang tua, aku udah diamanahi oleh bapak ibukku, pokoknya aku harus bisa”, tekad Nita.

 Akhirnya ia memutuskan untuk masuk ke kelas. Dengan menahan malu, ia memberaniikan diri untuk masuk. Ia mengetuk pintu dan mengucap salam. Pintu terbuka, dari seberang dosen menatapnya dengan senyum simpul. Ia membalas senyuman tersebut.

“Ehm.. ma’af pak., tadi jalanan macet”, ucap Nita.

“Huuuuu… “, sorak  teman-teman.

“Sudah-sudah silahkan duduk”, kata dosen.

 Nita segera duduk dan tak lupa mengucapkan terima kasih. Nita segera mengatur napasnya yang ngos-ngosan karena lari-lari. Namun tiba-tiba ia teringat oleh sorotan  mata yang memerhatikannya tadi, tatapan Indra.  Mata itu sangatlah indah, hingga Nita merasa deg-degan saat bertemu  pandangan.

Memang sudah dari awal masuk  Nita merasa terkesima dengan kepandaian, dan kesholehan Indra. Ia sering mencari tahu tentang Indra. Indra merupakan teman sekelasnya di jurusan Statistika Universitas Diponegoro. Ia juga merupakan santri dari PP.  Darussalam yang ada di Semarang.

“Ah, tapi  sudahlah. Lupakan itu. Jika ia memang jodohku pasti tidak akan kemana”, ucap Nita dalam hati.

Hari- hari Nita terus berlalu, tiada yang spesial. Namun, hari ini adalah tanggal 17 Agustus yang merupakan hari kemerdekaan RI yang sekaligus bertepatan dengan hari ulang tahun Nita yang ke-20, pantas saja namanya Nita Agustina Mardikani. (hahaha itu merupakan nama terkonyol baginya).

Ia berangkat kuliah dengan tampang yang biasa saja, ia tak berharap ada yang spesial uuntuk hari ini. Sesuai dengan harapannya Nita tak mendapatkan satupun ucapan selamat dari temannya. (huh, dasar ngeselin dalm batin Nita).

Nita  segera  ke parkiran motor untuk segera pulang karena ada jadwal ngaji sore. Namun, dengan tanpa di duga ada sebuah bungkusan berwarna pink diatas motornya, disitu tertulis ‘Just for you, Nita..’

 Tanpa berpikir panjang Nita segera memasukkannya ke dalam tas dan bergegas pulang. Barulah pada malam harinya ia merasa penasaran pada bungkusan mungil tersebut. Ia bertanya-tanya dari siapakah itu?? Apa isinya?? Dan apa maksutnya?? Untuk mengakhiri rasa penasarannya ia pun membukanya. Ternyata dalam bungkusan tersebut berisi sebuah gantungan hp mungil yang cantik dan seutas kertas berwarna pink. Lalu ia membuka kertas tersebut dan membacanya,

Dear nita..

Wanita adalah salah satu ciptaan Allah yang sangatlah sempurna,

ia dapat menjadi mutiara nan  cantik yang ingin dimiliki oleh setiap insan,

namun, ia juga dapat menjelma menjadi seekor naga yang siap mengobrak-abrik bangsanya

wanita cantik tidak hanya dilihat dari fisiknya saja, namun dari inner beauty dan outer beauty nya lah ia bisa dikatakan cantik

selamat ulang tahun Nita, semoga panjang umur, sehat selalu, dan semoga kamu menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat, nusa, bangsa, dan agama.. Amiin..

                                                                                      (your secret admirer)

Jantung Nita langsung berdetak kencang. Dalam hati ia bertanya-tanya, “dari siapa ini?” Ia merasa tidak pernah mempunyai penggemar rahasia.. lhawong cowok sekelasnya aja ia tidak ada yang begitu akrab.. (hehe)

Esok harinya Nita berangkat kuliah dengan penuh penasaran. Tapi ia tak tahu harus bertanya pada siapa. Dia memendam rahasia ini sendiri, ia tak mau menceritakan kepada siapapun termasuk Sinta sahabat karibnya. Esok itu Nita belum sempat sarapan, sehingga Nita mengajak Sinta makan dikantin sekalian ia menraktir Sinta karena ulang tahunnya kemarin. Pada saat itu juga Sinta baru sempat memberi ucapan dan kado kepada Nita karena kemarin ia tidak masuk.

Ketika makan Nita tidak sengaja melihat Indra yang sedang duduk dipojokan kantin, ia sedang membaca buku yang berjudul STATISTIKA Kependudukan. Hati Nita kembali berdetak kencang, ia tak tahu mengapa itu terjadi. Seakan-akan ada aliran listrik menyengat jantungnya. Ia menjadi salah tingkah.

 “Kamu kenapa nit?”,tanya Sinta.

“Gak kenapa-napa kok Sin, cepet cabut dari sini yuk..”, timpal Nita.

“Kamu kenapa?”, balas Sinta.

“ Udah deh, ayo..” , tegas Nita.

Mereka kemudian membayar makanannya. Pada saat itu juga Indra bangkit dari duduknya dan menuju kasir. Dalam hati Nita berdoa agar Indra tidak cepat sampai kasir. Namun, harapannya sirna. Indra telah berada di sampingnya. Karena gugup mau menghindar dari Indra, tanpa sengaja Nita menenggor Indra sehingga buku yang di bawa Nita dan Indra sama-sama terjatuh.

“Eh Indra, ma’af aku tidak sengaja”, pinta Nita.

“ Tidak apa-apa kok,  santai aja .., balas indra.

 Kemudian Indra memungut buku-buku itu. Dan ternyata ada salah satu buku yang sama persis. Indra tanpa pikir panjang, memberikan salah satu buku tersebut pada nita.

 “Ini bukumu Nit”, ucap indra.

“Makasih ya Ndra.., aku duluan,  sekali lagi ma’af,  hehe” , balas Nita.

 Kemudian Nita dan Sinta berlalu begitu saja. Sesampainya di pondok Nita berniat membaca buku yang tadi jatuh, ia mengambilnya dan ternyata bukunya tertukar sama bukunya Indra. Di dalam buku itu terselip kertas yang bertuliskan,

“Wanita solihah bagaikan mutiara di tengah lautan yang sulit terjamah oleh manusia, ia tetap terjaga keindahan dan kesuciannya. Untuk mendapatkannya, haruslah berusaha dan bersusah payah. Yang mendapatkannya itulah manusia yang beruntung..”

                                                                                                -NAM-

NAM??  Siapa itu?? Dan kata- kata itu? Ia jadi teringat dengan surat kaleng yang ia terima pada saat ulang tahunnya. Jadi??

Tulalit, tulalit.. one a massage received.

From : Indra

Ha?? Indra?? Tumben banget dia sms, benak Nita. Lalu Nita membaca sms tersebut.

Ass.

 Nita, sebelumnya minta ma’af. Ternyata buku kita tertukar. Maukah besok kita bertemu dan menukarnya kembali?? Thanks.

Wass.

Ternyata dugaan Nita benar, buku mereka tertukar. Tanpa basa-basi kemudian Nita membalas sms dari indra.

Wass.

Ok ok Indra.. besok aku tunggu di taman belakang fakultas ya.. Jam 10.00 setelah lecture kependudukan. Hehe.

Tidak lama lagi ada balasan dari indra, “Ok.. J” (dengan emot tersenyum)

Setelah itu Nita meneruskan belajarnya dan sampai akhirnya ia pun tertidur pulas. Keesokan harinya Nita bersemangat untuk berangkat kuliah. Dandanannya tampak lebih rapi dari biasanya. Teman-temannya pun pada heran, mereka pada bertanya-tanya. Padahal Nita pun juga tidak tahu mengapa ia tak seperti biasanya.

Kuliah telah selesai. Jam menunjukkan pukul 10.00. Nita segera ke taman belakang fakultas karena ia berprinsip bahwa kalau sudah janji ya harus on time..

Sesampai di taman Nita duduk di bangku taman, tak lama kemudian datanglah Indra dari belakang.

“Nita..”  nita menengok.

“Oh Indra, ini bukunya Ndra”, jawab Nita tanpa basa-basi.

“Nit, sebelumnya aku pengen tanya, apakah semalam kamu sudah sempat membuka dan membaca buku itu??”, tanya Indra dengan pelan.

“Aku sudah sempat membacanya Ndra, dan aku minta ma’af, semalam menemukan sehelai kertas berwarna pink dan dengan lancangnya aku membacanya”, jawab Nita lirih.

“Tidak apa-apa kok Nit, itu hakmu. Dan pada saat ini juga aku akan menjelaskannya padamu. Apakah kamu melihat inisial NAM dibawahnya?”, tanya Indra.

“Iya Ndra aku melihat”, jawab Nita dengan merasa bersalah.

`        “Kamu mungkin bertanya-tanya. Oke Nita, aku akan jujur. NAM adalah singkatan dari nama kamu, Nita Agustina Mardikani. Sejak pertama kali aku bertemu denganmu, aku merasa ada getaran. Entah apa itu Nit, aku tak mengerti. Aku melihatmu bagaikan sebongkah mutiara yang  sungguh cantik. Tapi, apa daya Nit. Aku hanyalah seorang biasa yang tak mungkin memilikimu. Engkau merupakan wanita sempurna dan wanita yang beruntung. Engkau selalu berada dalam jalan Allah”, ucap Indra.

“Bukan Ndra, pandanganmu salah, aku hanyalah wanita biasa. Aku bukanlah wanita yang beruntung, dan aku bukan wanita yang sempurna. Kesempurnaan itu hanyalah milik Allah semata”, sahut Nita dan tanpa sadar ia meneteskan air mata.

“Subhanallah Nita, engkau lah bidadari surga.. Aku semakin kagum denganmu. Namun aku tahu Nit, aku tak pantas untukmu”, balas Indra.

“Bukan Ndra, jangan bilang seperti itu. Kamu juga orang yang beruntung. Kalau boleh jujur, sejak awal aku mengagumimu. Engkau adalah lelaki yang soleh. Tapi aku tahu kita dalam sebuah aturan agama”, timpal Nita dengan tatapan tertunduk .

“Subhanallah Nit, aku semakin kagum padamu. Memang benar Nita, kalau memang kita berjodoh, pasti Allah akan memperstukan kita.. Semoga  allah mendengarkan doa kita..” ucap Indra

“Amiin..”, sahut mereka berdua.             

                                                                                                              Oleh : Khulatul Bariroh
                                                                                                  Kamar : 8 Pi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar