Jumat, 18 November 2011

Persiapan Beasiswa Bidik Misi 2012/2013


Bagi teman-teman yang menginginkan beasiswa bidik misi tahun 2012/2013, ini saya tampilkan panduan pendaftaran beasiswa bidik misi tahun 2011/2012. paling tidak panduan ini bisa menjadi panduan dan gambaran apa yang harus kita persiapkan.


Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional pada tahun 2010 meluncurkan program Bidik Misi untuk memberikan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan dan bantuan biaya hidup kepada 20.000 mahasiswa yang memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu secara ekonomi di 104 perguruan
tinggi penyelenggara.
Program ini merupakan program seratus hari kerja Menteri Pendidikan Nasional yang dicanangkan pada tahun 2010 yang pada tahun 2011 ini dilanjutkan dengan kembali menerima 20.000 calon mahasiswa yang diselenggarakan di 117 perguruan tinggi penyelenggara selain melanjutkan angkatan 2010.

Agar program Bidik Misi dapat dilaksanakan sesuai dengan prinsip 3T, yaitu: Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, dan Tepat Waktu, maka diharapkan para pimpinan dan atau pengelola perguruan tinggi dalam melakukan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi mengacu pada pedoman ini. Selain itu pedoman ini diharapkan juga dapat mempermudah calon mahasiswa atau mahasiswa
penerima terkait dengan implementasi program Bidik Misi.

Hal-hal yang perlu diketahui peserta Bidik Misi 2011/2012 :
  1. Kementerian Pendidikan Nasional melakukan koordinasi dan sosialisasi dengan unit utama, unit kerja dan instansi terkait termasuk Panitia Seleksi Nasional serta melakukan publikasi melalui media massa;
  2. Dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota melakukan sosialisasi dan atau memberikan informasi kepada satuan pendidikan di lingkungannya tentang program Bidik Misi;
  3. Institusi pendidikan tinggi melakukan sosialisasi dan atau memberikan informasi kepada sekolah dan publik tentang program Bidik Misi;
  4. Kepala Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan seluruh proses pendaftaran di setiap sekolah dan mengirimkan berkas yang telah memenuhi persyaratan ke perguruan tinggi penyelenggara yang dituju.

Adapun persyaratan pendaftar Bidik Misi 2011/2012 :
  1. Siswa SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun 2011 atau telah lulus pada tahun 2010 dan bukan penerima Bidik Misi;
  2. Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun;
  3. Memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu secara ekonomi serta masuk dalam 30 persen terbaik di sekolah (semester empat dan lima bagi yang akan lulus 2011 atau semester lima dan enam bagi lulusan 2010) dicantumkan pada formulir rekomendasi Kepala Sekolah/Madrasah (Lampiran 3 bagian D);
  4. Pertimbangan khusus diberikan kepada pendaftar yang mempunyai prestasi ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler paling rendah peringkat ke-3 di tingkat Kabupaten/Kota atau prestasi non kompetitif lain yang tidak ada pemeringkatan (contoh ketua organisasi siswa);
  5. Prestasi yang dimaksud pada butir 3 (tiga) dan 4 (empat) dinyatakan melalui surat pernyataan Kepala Sekolah/Madrasah atau kepala dinas pendidikan Kabupaten/Kota

TATA CARA PENDAFTARAN Bidik Misi 2011/2012 :
  1. Calon pendaftar memilih program pendidikan Diploma III, Diploma IV atau Sarjana (S1) pada perguruan tinggi negeri penyelenggara;
  2. Setiap calon hanya boleh mendaftar di 1 (satu) perguruan tinggi, dengan memilih paling banyak 2 (dua) program studi, pendaftaran pada lebih dari satu perguruan tinggi akan dikenai sanksi sebagai diatur pada Bab V. Sub Bab D;
  3. Kepala Sekolah/Madrasah menyeleksi siswa yang memenuhi syarat program Bidik Misi dan menyusunnya ke dalam sebuah Rekomendasi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya menggunakan formulir pada Lampiran 3;
  4. Sekolah mendaftarkan diri sebagai instansi pemberi rekomendasi Bidik Misi ke bidikmisi.dikti.go.id/sekolah dengan melampirkan hasil pindaian (scan) (Lampiran 4 bagian F) untuk mendapatkan nomor NISR (Nomor Identifikasi Sekolah Pemberi Rekomendasi);
  5. Sekolah merekomendasikan siswa melalui bidikmisi.dikti.go.id/sekolah menggunakan NISR untuk mendapatkan NP (Nomor Pendaftaran);
  6. Calon pendaftar melengkapi persyaratan yang telah ditetapkan untuk mendapatkan persetujuan dari Kepala Sekolah/Madrasah;
  7. Calon yang memenuhi persyaratan melakukan pendaftaran langsung secara online melalui laman bidikmisi.dikti.go.id/pendaftaran menggunakan NP kemudian mencetak formulir pendaftaran (Lampiran 2) untuk disampaikan ke Kepala Sekolah/Madrasah beserta berkas persyaratan lainnya;
  8. Calon yang tidak dapat melakukan pendaftaran secara online sesuai butir 7, mengisi formulir yang disediakan oleh sekolah/madrasah. Selanjutnya formulir yang telah diisi beserta berkas persyaratan lainnya disampaikan ke Kepala Sekolah/Madrasah. Formulir dapat di unduh di dikti.go.id
  9. Kepala Sekolah/Madrasah mengirimkan berkas yang memenuhi syarat secara kolektif kepada masing masing Rektor/Ketua/Direktur atau pimpinan PTP yang dituju dengan perihal surat pendaftaran bidik misi 2011

Ada sedikit perbedaan berkas yang harus dilengkap oleh pendaftar yang lulus tahun 2010 dan 2011 seperti yang tertera di gambar di bawah ini.





Pendaftar yang lulus 2010


Pendaftar yang lulus 2011







Informasi mengenai Panduan dan Formulir pendaftaran bisa didapat pada link dibawah ini:
icon Panduan Bidikmisi 2011 Rev
icon Formulir Pendaftaran Beasiswa Bidikmisi
 informasi bisa juga diperoleh di: http://bidikmisi.dikti.go.id/portal/

Nasionalisme dalam Selembar Kain Batik




TANGGAL 2 Oktober merupakan momen yang sangat penting bagi dunia perbatikan nasional. Pada tanggal itulah, di Prancis, tahun 2009 lalu, Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membawahi masalah kebudayaan, UNESCO, mengakui batik sebagai salah satu warisan dunia.

Tetapi bagi penulis, peringatan Hari Batik Nasional tersebut, tidak sekadar mengingatkan pada momen yang sangat bersejarah itu, melainkan juga mengingatkan akan sosok Naomi Susilowati Setiono, tokoh batik Lasem yang meninggal dunia pada awal 2010. Pertemuan dengan Ibu Naomi pada 2009 adalah sebuah kebetulan. Waktu itu, saya dimintai tolong Widi Yarmanto, mantan pemimpin redaksi Majalah Gatra yang meninggal dunia pada 8 April lalu, untuk menulis profil tokoh batik Lasem tersebut pada sebuah majalah yang dikelolanya.

Naomi adalah pemilik batik tulis khas Lasem (Clasic) Maranata (Ongís Art) yang berada di Jalan Karangturi I/1. Ia merupakan putri kedua dari lima bersaudara yang lahir di Lasem tahun 1958. Darah sebagai seorang pembatik turun dari kakeknya, salah satu juragan batik yang merupakan orang terkaya di daerahnya, waktu itu, Ong Yok Thai.

Meski memiliki trah sebagai pengrajin dan pengusaha batik, namun ia tidak serta-merta menjadi pembatik setelah kakeknya. Jalan berliku dilalui oleh lulusan Sekolah Menengah Apoteker Theresiana Semarang pada 1980 ini. Ia melalui perjuangan hidup yang sangat keras, sebelum akhirnya menekuni dunia batik dengan memomulerkan batik tulis khas Lasem.

''Batik adalah karya seni Indonesia. Sebuah karya seni yang diekspresikan di atas kain,'' ungkap Naomi. Batik, katanya menegaskan, tidak sekadar menorehkan cat di atas kain, tetapi lebih sebagai ekspresi pembatiknya. ''Inilah seninya. Masing-masing karya batik itu memiliki makna sendiri-sendiri. Batik kricak menggambarkan bagaimana susah dan pedihnya masyarakat Indonesia saat dijajah selama lebih dari tiga setengah abad.''

Awalnya, Naomi juga tidak suka memegang usaha batik. ''Jenuh. Dari pagi hingga malam yang dilihat cuma itu-itu saja.'' Tetapi lambat laun, ia malah mencintai dan mengagumi batik, khususnya batik Laseman yang kemudian banyak dikembangkannya.

Menurut ceritanya, batik Laseman dibuat sejak tahun 1917-an. Batik klasik itulah yang ia repro untuk batiknya. Ia konsisten mengembangkan batik tulis klasik ini, padahal menurutnya jauh dari laku, sehingga para pengrajin batik umumnya lebih memilih membuat batik kontemporer dengan menggunakan printing.



Kendati kesulitan memasarkannya, namun perempuan yang pernah kuliah di Sekolah Tinggi Reformet Injil Surabaya (STRIS) ini tetap bertekad menjaga dan melestarikan batik tulis klasik Laseman itu.



Kini, Naomi telah tiada. Ia pergi dengan komitmennya melestarikan warisan budaya bangsa. Namun, masih ada kegundahan hatinya waktu itu yang harus diteruskan oleh generasi penerus saat ini, yaitu mempersiapkan regenerasi para pembatik nasional. (24)






ditulis oleh Rosidi, Wartawan suara merdeka


diterbitkan oleh suara medeka tanggal 5 Oktober 2011


http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/10/05/161559/Nasionalisme-dalam-Selembar-Kain-Batik-